Bangun tidur pagi tadi
Anakku yang laki-laki tiba-tiba merengek minta sepeda mini
Sepulang dia sekolah
Tetap saja permintaannya tak berhenti
Oh ya,
Sekarang tanggal berapa? Delapan?
Masih jauh dari tanggal duapuluhlima atau tanggal satu ternyata
Bukan!
Bukan menghitung berapa lama lagi hari gajian
Tapi biasanya rengekannya berhenti setelah hari ketujuhbelas
Memang tak ada jadwal pasti untukku mendapatkan uang
Seperti juga tak ada jadwal pasti untuk tetangga sebelahku apakah hari ini bisa sarapan atau terpaksa meneruskan puasa yang terus dilakoni selepas lebaran hingga lebaran berikutnya
Tak berarti pula aku tak punya uang
Siapa bilang?
Aku punya
Tapi tadi pagi tukang kredit panci menagih setoran
Oh ya,
Sebelumnya pegawai PLN juga datang mengancam
Tak bayar? Diputus aliran!
Anakku yang laki-laki
Akhirnya terlelap setelah kuninabobokan dengan dongeng pengantar tidur siang
Tentang monyet, kura-kura dan pak tani yang tak diperkenankan lagi melakukan panen raya
Juga tentang makhluk berkaki dua yang setelah dewasa lebih menyerupai hewan pengerat yang berjalan dengan empat kakinya
Bangun tidur tadi
Anakku yang laki-laki kembali merengek
Kali ini dia tak minta sepeda mini
Ingin jadi presiden katanya
Supaya kerjanya bermain sepeda mini saja di istana